Minggu, 09 Desember 2018

Peran Indonesia Dalam Menciptakan Lapangan Kerja





Setiap negara pasti memiliki berbagai macam permasalahan. Masalah-masalah yang melibatkan masyarakat dan pemerintah tidak akan pernah mendapatkan penyelesaian, bahkan permasalahan tersebut masih terus berjalan sampai saat ini. Salah satu contoh permasalahan, yang akan saya bahas disini adalah mengenai masalah pengangguran dan perluasan lapangan pekerjaan.

Pengangguran merupakan salah satu contoh masalah yang belum terselesaikan, bukannya selesai melainkan permasalahan ini, semakin lama semakin rumit dan jumlahnya pun semakin meningkat. pengangguran menjadi salah satu permasalahan yang berat untuk diselesaikan. Tidak ada solusi yang mampu mengatasi atau mengurangi pertumbuhan angka pengangguran yang terus meningkat setiap tahunnya. Di berbagai provinsi, pengangguran pun menjadi suatu masalah yang sulit untuk diselesaikan. Pengangguran atau yang biasa disebut tuna karya adalah istilah bagi orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari pekerjaan, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran juga dapat diartikan sebagai seseorang yang telah mencapai usia tertentu yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan, agar ia memperoleh upah serta bisa mencukupi kebutuhan hidup dirinya serta keluarganya.  

Di Indonesia, permasalahan mengenai pembangunan sudah merajalela di kalangan masyarakat mampu hingga masyarakat yang kurang mampu. Dengan adanya pengangguran, maka tingkat kriminalitas juga akan semakin meningkat, karena seseorang dituntut harus memenuhi kebutuhan sandang, papan, dan pangannya. Apabila kebutuhan pokok tersebut tidak terpenuhi, maka seseorang tersebut akan melakukan berbagai cara agar kebutuhannya terpenuhi.

Pengangguran disebabkan oleh berbagai  faktor, yaitu misalnya saja, bahwa pengangguran itu bisa timbul karena faktor terbatasnya sumber daya alam yang tersedia,  karena cacat atau umur yamg sudah lewat, dan karena kurangnya pendidikan dan kurang keterampilan. Masalah pengangguran tidak hanya dapat merugikan dalam segi ekonomi saja, namun juga dapat berpengaruh dalam segi politik, keamanan, dan sosial sehingga dapat mengganggu pertumbuhan dan pembangunan nasional. Pengaruh jangka panjang masalah ini, akan berakibat pada turunnya GNP dan pendapatan perkapita suatu negara.

Selanjutnya adalah mengenai Kepadatan Penduduk. Kepadatan penduduk menjadi salah satu faktor timbulnya masalah pengangguran, karena dengan semakin tingginya jumlah penduduk di suatu daerah, maka akan semakin banyak masyarakat usia produktif yang mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri maupun menghidupi keluarganya. Hal ini menjadi tidak seimbang karena jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia dan jumlah penduduk di Indonesia memiliki ketimpangan yang sangat jauh. Sementara itu, dengan bertambahnya jumlah penduduk yang ada, namun jika mereka tidak memiliki keahlian dan keterampilan, maka mereka tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan, karena di era globalisasi seperti saat ini, keahlian dan keterampilan merupakan  potensi sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan

Peran dan Upaya Nyata Pemerintah Indonesia
Tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara secara kasar mencerminkan tingkat penyerapan tenaga kerja. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai kajian. Dalam hitungan, setiap kenaikan 1 persen pertumbuhan, diperkirakan dapat menyerap sekitar 200 – 300 ribu angkatan kerja.
Pada tahun 2016, ekonomi Indonesia telah tumbuh sebesar 5,02. Dengan presentase sebesar itu, maka, akan ada sekitar 1 juta – 1,5 juta tenaga kerja baru yang bisa diserap. Prediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5 hingga 5,4 persen oleh Bank Indonesia, dan 5,3 persen oleh Bank Dunia pada tahun 2017. Terdapat prediksi, bahwa penyerapan tenaga kerja Indonesia tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya akan naik secara signifikan secara terus menerus. Tentu sangan disadari, bahwa kenaikan ini belum dapat mengimbangi besarnya angkatan kerja. Menurut survei angkatan kerja nasional tahun 2015-2016, menyatakan bahwa tingkat pengangguran terbuka pada bulan Februari tahun 2015 adalah sebesar 5,81% (7,45 juta), pada bulan Februari tahun 2016 sebesar 5,50% (7,20 juta), dan pada bulan Februari tahun 2017 sebesar 5,33% (7,01 juta). Pengangguran terbuka adalah kondisi dimana seseorang tidak bekerja sama sekali. Sebenarnya, kunci utama dalam mengatasi masalah pengangguran, yaitu dengan pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan besaran belanja pemerintah yang tercermin dalam APBN. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dunia. Kabar baiknya adalah, bahwa ekonomi dunia telah pulih dan membaik meski masih tipis. International Monetary Fund merilis, ekonomi dunia tumbuh sebesar 3,1% pada tahun 2016 dan diperkirakan merangkak naik menjadi 3,5% pada 2017 dan 3,6% pada tahun 2018. Pulihnya ekonomi dunia menjadi sangat penting bagi Indonesia, karena sebagian pendapatan kita masih ditopang oleh ekspor komoditas primer. Seperti batubara, karet, dan minyak sawit. Berdasarkan  kondisi ekonomi tersebut, pemerintah Indonesia terus bergegas dalam upaya untuk  menciptakan lapangan kerja melalui berbagai program strategis, diantaranya yaitu dengan mendorong pembangunan infrastruktur, melalui penyediaan anggaran  seperti APBN, BUMN, dan swasta. Dalam jangka pendek, program ini menjadi lokomotif tercapainya kesempatan kerja.

Anggaran infrastruktur di masa pemerintahan Presiden Jokowi saat ini, terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, pemerintah menganggarkan sebesar Rp 290 triliun untuk membiayai pembangunan infrastuktur. Sementara pada tahun 2016, anggaran tersebut melonjak, hingga mencapai Rp 313 triliun. Kemudian, pada tahun 2017, anggaran bertambah menjadi Rp 387 triliun. Artinya adalah, bahwa dalam rentang waktu 2015-2017, anggaran infrastruktur yang dialokasikan di dalam APBN sudah mencapai Rp 990 triliun. Anggaran sebesar itu dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, diharapkan akan dapat menciptakan efek ekonomi berantai yang menggerakkan roda perekonomian dan menciptakan lapangan kerja.

Kedua,yaitu dengan menumbuhkan investasi. Caranya dilakukan dengan memperbaiki iklim investasi lewat penyederhanaan perizinan dan penyediaan sarana investasi. Hal ini dilakukan melalui penyederhanaan regulasi dan proses perizinan investasi pusat dan daerah, pengembangan layanan perizinan terpadu,  percepatan penyelesaian masalah investasi, pengembangan infrastruktur pendukung kawasan strategis, dan  peningkatan kemudahan berusaha melalui berbagai paket kebijakan ekonomi, khususnya Paket Kebijakan Ekonomi XII. Upaya keras pemerintah tersebut nyatanya mulai membuahkan hasil. Realisasi investasi yang dicatat Badan Koordinasi Penanaman Modal menunjukkan, pada tahun 2015, total investasi sebesar Rp 545 triliun, terbagi menjadi Rp 179,5 triliun PMDN dan Rp 365,9 triliun PMA. Sementara untuk tahun 2016 meningkat menjadi Rp 612,8 triliun dengan rincian Rp 216,2 triliun PMDN dan Rp 396,6 triliun PMA.

Ketiga, yaitu dengan mendorong pendidikan vokasional. Pemerintah harus mempersiapkan tenaga kerja dengan keahlian tertentu melalui pendidikan vokasional. Sasarannya menciptakan 1,1 juta tenaga kerja sesuai permintaan industri. Langkah ini bersifat strategis, lantaran investor membutuhkan tenaga terampil yang siap kerja untuk menjalankan industrinya. Tahap terakhir, yaitu dengan mengalokasikan Dana Desa. Pada tahun 2017, pemerintah telah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp 60 triliun. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar  Rp 20,8 triliun, dan tahun 2016 sejumlah Rp 46,98 triliun. Dana desa ini berfungsi untuk program pemberdayaan masyarakat dan untuk pembangunan sarana/prasarana di pedesaan. Peningkatan ini akan mendorong  peningkatan perekonomian daerah.

Jadi, untuk mengatasi masalah pengangguran dan lapangan pekerjaan, sangat dibutuhkan sekali kerjasama, dan hubungan yang baik antara pemerintah dan warga negaranya. pemerintah juga harus turun tangan dengan cara mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, maupun dengan  cara–cara lainnya. Pemerintah juga harus konsisten dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang dibuatnya. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan pelatihan, penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat untuk bisa mengembangkan kemampuannya secara optimal. Selain pemerintah yang membuat kebijakan, masyarakat juga harus berpartisipasi mendukung upaya pengurangan  pengangguran serta peningkatan lapangan kerja yang ada di Indonesia.


Source : http://presidenri.go.id/program-prioritas-2/upaya-nyata-pemerintah-membuka-lapangan-kerja.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar